RUBO resmi berdiri pada tanggal 18 April 2018. Kemudian dikukuhkan pendiriannya dengan legalitas Akta Notaris Muhammad Taufik, SH., M.Kn. No. 35 tanggal 14 Maret 2022.
Hal ini berawal dari inisiatif Saudari Watini, S.Pd. yang telah lama berkecimpung dalam penelitian dan pendokumentasian warisan sejarah dan budaya, menyatakan tekadnya untuk mendirikan Lembaga Rumah Budaya & Sejarah “RUBO” sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pada eksistensi dan kelangsungan warisan budaya dan sejarah, khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu.
Lembaga ini memiliki visi “meneliti, mengkaji dan menyebarluaskan Warisan Sejarah & Budaya untuk menuju masyarakat berkepribadian dalam kebudayaan, berdikari secara ekonomi, dan berdaulat secara politik”.
Lembaga RUBO memiliki kegiatan sebagai berikut :
- Pendataan dan inventarisasi warisan sejarah dan budaya, baik warisan budaya benda maupun warisan budaya tak benda;
- Mitra penelitian benda-benda cagar budaya dan diduga cagar budaya;
- Forum diskusi dan kajian terkait data dan temuan mengenai warisan budaya benda maupun warisan budaya tak benda;
- Pendokumentasian warisan sejarah dan budaya, baik secara mandiri maupun kemitraan dengan pihak-pihak terkait;
- Mengadakan acara-acara seminar, workshop, pameran, dan/atau festival kebudayaan sebagai bentuk usaha publikasi / penyebarluasan penyebaran nilai-nilai budaya;
- Pusat edukasi, pendidikan dan pelatihan masyarakat di bidang kebudayaan;
- Pelatihan dan pemberdayaan pelaku industri ekonomi kreatif berbasis warisan budaya dan sejarah;
- Mengadakan pelatihan dan pendidikan non formal bagi pelaku industri wisata dan pemandu wisata di bidang sejarah dan warisan budaya;
- Pendampingan desa dalam hal pemajuan kebudayaan dan desa wisata berbasis warisan budaya dan sejarah;
- Wadah bagi proses kreatif pengolahan objek-objek pemajuan kebudayaan menjadi produk industri, perdagangan, dan pariwisata;
- Serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kebudayaan.
Selain secara swadaya, Lembaga Rumah Budaya & Sejarah “RUBO” juga terus menjalin kerjasama dan ikut serta dalam beberapa kegiatan dari pihak-pihak atau lembaga terkait dalam upaya melaksanakan inventarisasi, meneliti dan mendokumentasikan dan menyebarluaskan warisan sejarah dan budaya, khususnya berkaitan dengan Bengkulu.
Beberapa kegiatan atau kerjasama diantaranya :
- Pernah menjalin berkerjasama dengan BPNB Sumbar dalam penyusunan Buklet kuliner Tradisional Bengkulu Tahun 2019.
- Ikut terlibat dalam tim Pendataan Atribut Jalur Rempah wilayah Bengkulu yang diprakarsai oleh Kemdibukristek pada tahun 2021.
- Menjadi anggota tim ekskavasi Situs Suro Muncar, Kepahiang, bersama Badan Arkeologi Sumsel tahun 2021
- Serta secara rutin meneliti, mengkaji, menyebarluaskan serta ikut serta dalam usaha-usaha melestarikan Warisan Sejarah & Budaya, terutama di daerah Provinsi Bengkulu.
