![]() |
| (Ilustrasi : AI generated for illustration purpose only) |
Sudah tahukah anda?
Pemilihan kata yang sesuai bergantung pada makna yang didukung oleh bermacam bentuk sehingga menimbulkan rangsangan atau reaksi dalam pikiran pendengar. Seperti halnya, kata taneak dan pitak ketika diucapkan akan menimbulkan reaksi pada orang yang mendengar. Reaksi yang timbul itu dapat berwujud pengertian, perasaan, nada, dan tujuan.
Kata taneak, merujuk pada kata tanah dalam artian yang paling luas dan umum. Tanah yang dimaksud adalah sebuah daratan yang secara fisik melambangkan sebuah wilayah, kampung atau bahkan menggambarkan seluruh lanskap. Apalagi, jika kata taneak mendapatkan penambahan kata diwo yang memiliki arti dewa, hingga menjadi frase taneak bediwo maka maknanya akan menjadi sakral. Taneak bediwo akan cenderung menggambarkan suatu kawasan atau wilayah geografis yang secara hakikatnya merupakan sebuah wilayah yang mendapatkan berkah dari kekuatan leluhur atau sang pencipta karena kesuburan dan kemakmuranya. Misalnya, penggunaan frase tersebut merujuk pada sebuah dataran luas, lembah, gunung, atau sebuah desa yang diyakini memiliki perlindungan atau karunia dari dewa. Dengan kata lain, taneak diwo merupakan sebuah karakter yang merepresentasikan wilayah Rejang itu sendiri.
Disamping itu, kata pitak digunakan untuk menyebut tanah secara khusus. Secara spesifik pitak merujuk pada kata “sawah,” “ladang,” atau “sebidang tanah.” Dengan demikian, pitak memiliki makna yang lebih sempit, terfokus dan lebih spesifik.
Lantas, bagaimana kata pitak jika mendapatkan penambahan kata diwo? Apakah maknanya akan sama atau berubah?
Ketika pitak menjadi frase pitak bediwo, maka akan tetap memiliki makna berkah dari sang pencipta. Akan tetapi, berkah yang dimaksud adalah berkah yang lebih spesifik dihasilkan dari kerja keras manusia dalam mengolah tanah atau lahan. Dalam hal ini, berkah yang di dapat adalah dari hasilnya. Karena, cara mengolah yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula.
Analisis ini menunjukkan bahwa, bagaimana perbedaan bahasa Rejang secara halus membedakan konsep berkah yang diberikan secara pasif dan aktif. Beberapa kata dalam bahasa daerah Rejang bisa jadi memiliki makna yang tersurat maupun tersirat. Sehingga, setiap kata yang diucapkan akan membawa serta perasaan, pengertian serta tujuanya.
Nah kira-kira mana yang lebih tepat untuk dijadikan slogan? Taneak Bediwo ataukah Pitak Bediwo?

